Terjaring Razia Polisi, Seorang PSK Kalitengah Mengaku Pernah Layani 47 Pria dalam...

Terjaring Razia Polisi, Seorang PSK Kalitengah Mengaku Pernah Layani 47 Pria dalam Sehari

BERBAGI
PSK dimintai keterangan di Polsek Gombong

KEBUMEN – Suasana riuh terjadi di kantor unit lantas Gombong (24/05). Bukan karena antrian pemberkasan tilang, tetapi sekumpulan pria berjaket gelap yang ternyata anggota Polsek Gombong itu tengah menurunkan hasil operasi pekat yang dilaksanakan mendadak malam itu. Dua anggota Polsek tampak menginventarisir botol miras yang berhasil disita, sedangkan beberapa yang lain tampak serius menulis dan menatap layar komputer, melakukan pemberkasan tindak pidana ringan (tipiring) terhadap 3 orang yang diduga melakukan aksi asusila.

Di salah satu sudut, tampak Bunga (bukan nama sebenarnya) tengah diperiksa petugas. Wanita yang ditangkap tengah menjajakan cinta di selatan stasiun Gombong tersebut menjawab lirih setiap  pertanyaan yang diajukan penyidik.

Razia di Kalitengah Gombong“Saya hampir setahun beroperasi disini. Dulu pamit sama orangtua sih buat kerja di toko. Tapi sampai Gombong ya begini ini profesi saya,” tuturnya.

Wanita asal Brebes ini menuturkan, rata-rata dia bisa melayani 5-6 orang lelaki hidung belang. Adapun lokasi service-nya berpindah-pindah di antara rumah-rumah kost yang ada di dekat tempat mangkalnya.

Terjaring Razia Polisi, Seorang PSK Kali Tengah Mengaku Pernah Layani 47 Pria dalam SehariNamun yang membuat geleng-geleng kepala adalah penuturannya yg menyatakan dia pernah melayani puluhan lelaki dalam sehari. ” Rata-rata memang 5-6 orang pak, tapi saya pernah juga lho melayani 47 tamu. Bukan dalam seminggu, tapi dalam sehari. ” ujar wanita bertubuh mungil tersebut.

Dari hasil jaringan petugas terhadap Bunga, didapati wanita ini tengah membawa 10 kondom dan sebungkus pelumas dalam dompetnya.

Sementara itu, Kapolsek Gombong, AKP Cahyadi, S.Sos, menuturkan bahwa operasi pekat yang dilaksanakan ini adalah kegiatan imbangan sekaligus cipta kondisi menjelang bulan suci Ramadhan.

“Dari kegiatan malam ini berhasil disita 11 botol miras dan ditangkap tiga orang yang diduga melakukan aksi asusila,” tegas Kapolsek.

Sita Miras saat RaziaBukan yang pertama

Diakuinya, kegiatan operasi pekat ini bukan yang kali pertama dilaksanakannya di bulan Mei. ” Tadi malam kita menangkap 5 pemabuk di area pasar Gombong. Kemudian, sekitar seminggu lalu kita juga melaksanakan operasi pekat. Dari kegiatan operasi tersebut kita menangkap 3 pasangan bukan suami istri. Bahkan ada satu pasangan yang ternyata berpacaran namun menginap sampai 5 hari di salah satu hotel di Gombong, ” ungkapnya.

Alhasil, tambah pria setengah baya ini, kedua orang tua pasangan yang diketahui asal Gombong dan Kuwarasan tersebut menjadi tahu seberapa jauh hubungan kedua anaknya.

“Para kepala desanya bahkan kemarin kesini (Polsek). Dari hasil permintaan orang tua dan kesepakatan antar Kepala Desa, keduanya akan dinikahkan. Semoga saja cepat terlaksana,” imbuhnya.

Terkait maraknya tindak asusila yang terjadi di masyarakat, Kapolsek menghimbau agar setiap warga masyarakat bisa menahan diri dan saling mengawasi. Karena tren seperti ini sudah merambah sampai kalangan remaja dan anak di bawah umur. Untuk itu,  perlu keseriusan seluruh komponen masyarakat untuk mengatasinya. Semua pihak termasuk orang tua dan sekolah harus ikut mengawasi.(humas/reskbm)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
41

Komentar

Komentar