Rekontruksi Pembunuhan Bayi Diperagakan dengan Tenang Oleh Kasirah

Rekontruksi Pembunuhan Bayi Diperagakan dengan Tenang Oleh Kasirah

BERBAGI

KEBUMEN – Setelah berhasil mengungkap siapa pelaku yang tega mebuang bayi yang masih lengkap dengan tali pusar yang ditemukan warga dalam keadaan membusuk pada Sabtu (20/02) di pinggiran sungai Kedung Wringin Sempor,

Polsek Sempor dengan dibantu Unit Identifikasi Polres Kebumen pada hari ini, Sabtu (05/03/16) kurang lebih pukul 12.00 wib telah melaksanakan rekonstruksi kasus seorang ibu yang menghilangkan jiwa bayinya tidak lama setelah melahirkan (pembunuhan bayi yg dikandungnya setelah lahir).

Rekonstruksi pembunuhan bayi

Sebagaimana dimaksud dlm pasal 341 Kuhpidana. Tersangka Sdri. KASIRAH, 34 th, Islam, Alamat Ds Kedungwringin 05/03 Kec Sempor Kab Kebumen, memperagakan 12 adegan rekontruksi dengan lancar.

Rekonstruksi Pembunuhan Bayi Polres Kebumen

Dalam rekontruksi yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Sempor AKP Mustanto tersebut terungkap bahwa bayi hasil hubungan gelap tersangka itu langsung dibunuh dengan cara dibungkam mulutnya menggunakan tangan kiri tersangka sesaat setelah dilahirkan. Dan untuk memastikan bahwa bayinga sudah mati, tersangka mengaku menempelkan jari tangan kirinya ke hidung anak kandungnya itu untuk mengecek hembusan nafas.

Pada adegan awal, tersangka memperagakan bagaimana cara tersangka melahirkan. Mengejutkan, bahwa ternyata tersangka melahirkan orok tidak berdosa itu sendirian di dalam kamar rumahnya.

Dalam adegan berikutnya, tersangka yang tampak tenang itu, memperagakan bagaimana dia membuang mayat anaknya ke sebuah sungai kecil di dekat rumahnya. Mayat bayi itu diletakan begitu saja di pinggir sungai dengan dibungkus menggunakan kaos dan tas plastik.

Rekontruksi berakhir setelah tersangka memperagakan caranya membuang kardus yang dipakainya untuk membawa mayat bayi malang itu dari dalam rumahnya sampai ke sungai.

Saat ditanya mengapa rekontruksi dilaksanakan di Ds Sidoarum, bukan di Ds Kedungwringin sesuai tempat kejadian perkara, AKP Mustanto menjawab bahwa tempat kejadian perkaranya sangat terpencil, perjalanan kesana sangat sulit. “Kami mempertimbangkan banyak faktor, utamanya keamanan dan keselamatan tersangka” tutur AKP Mustanto yang akrab dipanggil Pak Icuk itu.(humas/reskbm)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Komentar

Komentar