Polres Kebumen Tangani Kasus Tewasnya Siswi Saat Kegiatan Sekolah

Polres Kebumen Tangani Kasus Tewasnya Siswi Saat Kegiatan Sekolah

BERBAGI

KEBUMEN – Polres Kebumen tangani kasus meninggalnya seorang anak perempuan saat kegiatan sekolah di Alian Kebumen. Diketahui korban berinisial DI seorang pelajar SD IT Almadina Kebumen tenggelam saat kegiatan yang diselenggarakan sekolahnya pada hari Sabtu (05/03) pukul 06.30 wib.

Kejadian berawal saat pelajar kelas 4 sekolah tersebut mengikuti program study Bina Iman dan Taqwa, semacam kegiatan perkemahan yang di selenggarakan di Wonokromo Alian Kebumen berujung petaka. Dan sebelumnya para siswa kelas 4 ini menginap selama semalam di SDN O3 Wonokromo Alian, hingga keesokan harinya dengan didampingi oleh guru dari SDIT Almadina melakukan kegiatan keluar untuk mandi di sungai Kedungsawu yang lokasinya tidak jauh dari sekolah tersebut.

wp-1457192359181.jpeg

Entah kurangnya pengawasan atau pihak sekolah kurang mengetahui medan yang digunakan mandi para siswa, korban yang belum lancar berenang tenggelam di kedung sungai sedalam 2 meter tersebut.

Melihat kejadian tersebut, teman korban berteriak sehingga salah satu guru pendamping bernama Maskur Salim (30) melompat dan berupaya menyelamatkan. Setelah berhasil diangkat, dengan di dampingi zaenal (25) salah seorang guru pendamping dengan Heru (34) seorang penjaga SDN 03 Wonokromo membawa korban ke Puskesmas Alian namun nyawanya tidak tertolong.

IMG-20160305-WA0002

Dari hasil olah TKP oleh tim Inafis Polres Kebumen serta keterangan medis serta keterangan para saksi, korban meninggal karena tenggelam.

Kasat Reskrim AKP Willy Budiyanto Sh mengatakan pihaknya saat ini sedang melakukan pemeriksaan terhadap para saksi, serta mengkonfirmasi pihak sekolah SDIT Almadina Islamic Center terkait kegiatanya tetsebut.

“Kami sangat menyayangkan sekali kejadian ini, entah kurangnya pengawasan atau kesalahan pendamping sehingga korban meninggal, ini sedang kami lakukan pendalaman,” pungkas Kasat Reskrim.

“Setelah ditangani oleh tim medis dari pihak Puskesmas, korban kami serahkan kepada keluarga. Tidak sampai disitu saja, sedang kami dalami kasus ini sehingga bisa menjadi pembalejaran para sekolah agar nantinya lebih cermat dalam menyelenggarkan kegiatan yang sekiranya dapat membahayakan,” tutup Kasat Reskrim. (Humas/reskbm)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Komentar

Komentar