Polres Kebumen Sita 4 Kilogram Bahan Petasan Siap Edar

pers release petasan

TRIBRATANEWS POLRES KEBUMEN – Dalam rangka mendukung Operasi Lilin Candi 2017, Kepolisian Resor Kebumen lebih meningkatkan operasi-operasi Kepolisian guna menciptakan kondisi Kebumen yang kondusif menjelang perayaan Natal dan malam pergantian Tahun Baru 2018 mendatang.

Salah satu hasil nya adalah kesuksesan Tim Walet Polres Kebumen yang telah menangkap RH alias IB (45) penduduk Desa Sumberadi, Kebumen yang diduga menjual obat mercon atau bahan petasan. Dari tangan Tersangka, Polisi menyita 2 kilogram obat mercon siap edar yang dibungkus dalam 2 kantong plastik, Rabu (20/12) lalu.

Menurut Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar, S.I.K., M.M., menegaskan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran serta masyarakat yang menginformasikan adanya peredaran obat petasan kepada Kepolisian. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan dilakukan nya penyelidikan oleh Tim Lawet Polres Kebumen yang dipimpin langung oleh Kasat Reskrim Polres Kebumen AKP Kholiq Salis Hermawan, SH.

Dihadapan petugas Kepolisian, RH alias IB (45) mengaku membelinya dari KS (40) warga Desa Kalireja, Kebumen dengan harga Rp. 70.000,- per kilogram, dan menjualnya lagi dengan harga Rp. 150.000,- per kilogram. RH alias IB (45) juga mengakui sudah berhasil menjual bahan petasan kurang lebih 1 kilogram.

Sayangnya, saat Tim Walet Polres Kebumen menggerebeg rumah KS (40), yang bersangkutan sudah tidak ada di rumah nya.

Kepala Kepolisian Resor Kebumen AKBP Arief Bahtiar, S.I.K., M.M. menjelaskan bahwa sedianya bahan petasan itu akan dijual dan dibuat petasan untuk meramaikan malam perayaan pergantian tahun mendatang. “Hal itu tidak bisa dibenarkan, karena selain memang dilarang oleh Undang-Undang, bahan petasan itu membahayakan baik bagi yang meledakan atau orang lain.” jelas Kapolres Kebumen. “Kami tidak mentoleransi bila ada yang menyalakan petasan, akan kami tindak tegas !. Dan saya himbau kepada masyarakat agar tidak segan-segan untuk melaporkan atau menginformasikan kepada kami, kepolisian, bila mengetahui adanya pembuat maupun penjualan petasan dan bahan bakunya.” tambah nya lagi.

“Saat ini Tersangka sudah dilakukan penyidikan oleh Sat Reskrim Polres Kebumen dan dijerat Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Nomor 12 tahun 1951 tentang bahan peledak dengan ancaman hukuman mati, seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara. Penangkapan dan penyitaan terhadap pelaku dan barang bukti tersebut tidak lepas dari kerja keras Tim Walet Polres Kebumen dalam mengolah dan menganalisa informasi yang diterima dari masyarakat.” lanjut AKBP Arif Bahtiar. (Humas Res Kebumen)

Komentar

Komentar

Related posts