Pernah Mencuri Sampai ke Singapura, Petualangan ABG ini Berakhir di Polsek Gombong

TRIBRATANEWS POLRES KEBUMEN – Selesai sudah petualangan AS (14) di dunia pencurian. ABG yang pernah dideportasi dari Singapura karena kasus pencurian tersebut akhirnya tertangkap Polsek Gombong setelah diburu akibat mencuri di sebuah toko cat di jalan Yos Sudarso yang terjadi pada akhir September lalu.

Kapolres Kebumen, AKBP Alpen, SH., SIK., M.H. melalui Kapolsek Gombong, AKP Cahyadi Abdillah, S.Sos, membenarkan penangkapan tersebut dan menjelaskan bahwa AP (14) dan DS (17) telah ditangkap setelah mencuri uang sejumlah 5 Juta rupiah dan dua buah HP di sebuah toko cat di jl. Yos Sudarso, Gombong.  Setelah hampir sebulan diburu, keduanya ditangkap tim yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Gombong Ipda Suwarto, SH, di back up unit resmob Polres Kebumen di sebuah desa perbatasan antara Kabupaten Cilacap – Kebumen.

“Adapun modus kejahatannya adalah memutus kabel sejumlah CCTV dan memanjat genteng dua buah toko yang kebetulan letaknya berdempetan di Jl. Yos Sudarso Gombong. Setelah turun dari genteng, mereka masuk ke toko cat dan menjarah barang-barang berharga,” ungkap Kapolsek  Gombong saat ditemui oleh Tribratanews Polres Kebumen saat melaksanakan pembinaan Saka Bhayangkara di Mapolsek Gombong (23/10/2016).

Bersama kedua tersangka, polisi menyita sebuah sepeda motor Honda, sebuah HP dan sebuah senter. Sedangkan uang hasil kejahatan diakui tersangka sudah tidak  bersisa. Kedua tersangka memberikan penjelasan bahwa uang hasil penjualan hp dan uang hasil curian yang mereka peroleh sudah dihabiskan untuk biaya hidup dan berfoya-foya.

Terkait dengan tindak kejahatan yang dilakukan kedua ABG ini, Kapolsek Gombong menyatakan pihaknya menjadi sangat prihatin, mengingat kedua tersangka yang seharusnya masih duduk di bangku sekolah ini sudah melakukan serangkaian kejahatan yang tergolong luar biasa untuk remaja seusia mereka. Ditambahkannya,  aksi pencurian yang dilakukan kedua ABG ini sudah dilakukan berulang kali.

“ Bukan hanya di wilayah Kebumen, namun juga di Cilacap dan Banyumas. Adapun yang menjadi sasaran utama adalah pertokoan yang pada malam hari minim aktivitas dan tidak terjaga,” papar Kapolsek.

Hal yang cukup menonjol dalam kasus ini adalah keterangan  tersangka AS. Kapolsek Gombong menambahkan, remaja ini yang tidak tamat Sekolah Dasar ini mengaku pernah dititipkan di saudaranya yang bekerja di Singapura. Di Singapura itu dia juga melakukan pencurian dan ditangkap polisi.

“Namun mungkin karena masih dibawah umur dia akhirnya dideportasi kembali ke Indonesia,” jelas Kapolsek.

Menanggapi kasus ini, Kapolsek Gombong menghimbau kepada para orang tua untuk terus mengawasi aktivitas putra-putrinya mengingat remaja atau anak dibawah umur saat ini hidup dalam era yang semakin modern dan arus komunikasi dan informasi yang terbuka. Hal ini berakibat remaja dan anak di bawah umur cukup rentan terhadap kejahatan.

“Bukan hanya sebagai korban, namun pergaulan yang salah juga berpotensi menyeret remaja dan anak dibawah umur untuk menjadi pelaku kejahatan. Untuk itu kami berharap para orang tua untuk berhati-hati,” tutup Kapolsek Gombong.  (humasreskbm/Gmb1)

Komentar

Komentar

Related posts