Pelaku Penggandaan Uang Ala Dimas Kanjeng Di Kebumen Ditangkap Polisi

Pelaku Penggandaan Uang Ala Dimas Kanjeng Di Kebumen Ditangkap Polisi

BERBAGI

TRIBRATANEWS KEBUMEN – Praktek penipuan bermodus pengandaan uang ala Dimas Kanjeng Taat Pribadi ternyata juga terjadi di Kebumen, tepatnya di Desa Rogodono Kecamatan Buayan. Penggandaan uang

Pelaku, Suratno (46) diciduk polisi setelah menipu tiga korbannya yang masih tetangga sendiri. Sama seperti kasus penggandaan uang lainnya, pelaku mengaku sebagai dukun yang bisa melipatgandakan uang. Namun, pelaku juga memberikan berbagai syarat untuk menghasilkan itu. Termasuk meminta uang mahar sebesar Rp 2 juta, kepada para korban, Suratno mengaku sanggup melipatgandakan uang Rp 2 juta tersebut menjadi Rp 5 juta dalam waktu 40 hari. Nyatanya setelah 40 hari berlalu, uang milik korban malah hilang karena digunakan pelaku untuk mencukupi kebutuhan hidup. Parahnya lagi, belakangan diketahui pelaku juga melakukan tindak pencabulan kepada salah satu anak perempun korban, bahkan pencabulan dilakukan hingga empat kali. Modusnya, agar proses pelipatgandan berjalan lancar dan korban diberi rejeki melimpah sehingga cepat kaya.

“Kenyataannya pelaku tidak dapat menggandakan uang, justru melakukan penggelapan,” ucap Kapolres Kebumen AKBP Alpen, SH., SIK., MH didampingi Kasatreskrim AKP Willy Budiyanto pada release kasus di Polres Kebumen, Kamis (6/10/16).

fb_img_1475799802468

Kapolres mengatakan, dalam aksinya, pelaku menjanjikan kepada korbannya bisa mendatangkan uang jutaan rupiah dengan cara ghoib. Ibarat dukun hebat, dia pun berpura-pura merapal mantra serta memakai perlengkapan ritual. Tak hanya itu, pelaku juga melakukan tipu daya seolah-olah bisa mengeluarkan uang ratusan ribu dari tangannya.
Caranya, dia menyiapkan uang Rp 500 ribu dan disembunyikan di telapak tangan. Sembari membaca mantra, pelaku menggosok-gosokkan tangan dan uang ratusan ribu itu pun berjatuhan dari tangan si dukun palsu sehingga seolah-olah tangan pelaku bisa mengeluarkan uang. Korban yang tertipu pun akhirnya menyetorkan uangnya kepada pelaku, baik dengan cara langsung maupun transfer dengan total kerugian mencapai sekitar Rp 6 juta.
“Padahal itu hanya tipuan saja, karena sebelumnya uang itu memang sudah disembunyikan di tangan,” kata Kapolres.
Selain meminta uang, pelaku juga memaksa salah satu anak korbannya untuk mau berhubungan badan. Katanya agar rejekinya lancar dan cepat kaya.
Kapolres menuturkan, kasus ini terungkap setelah salah satu korbannya, Paryati (54) melapor ke pihak kepolisian. Selain tertipu uang, Paryati juga melaporkan Suratno karena telah mencabuli anaknya.
“Dari laporan itu kita langsung mengamankan tersangka di rumahnya,” imbuh Kapolres.

Dihadapan Kapolres, tersangka Suratno mengakui semua perbuatannya. Dia juga mengaku penggandaan uang hanya akal-akalan saja untuk menipu para korbannya.
“Semua hansil uang milik korban digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan membeli jaring ikan,” ucap suratno.

Terkait kasus ini, Kapolres meminta masyarakat agar lebih waspada dan tidak teperdaya oleh aksi tindak penipuan yang mengiming-iming penggandaan uang.
“Jangan percaya hal-hal yang diluar logika. Modus penggandaan uang seperti ini sudah kerap terjadi, faktanya tidak pernah ada yang benar, bahkan ujung-ujungnya penggelapan,” kata Kapolres Kebumen.

Kasatreskrim AKP Willy Budiyanto mengatakan, pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan penyidik Satreskrim Polres Kebumen. “Tersangka dijerat dengan pasal 378 KUHPidana tentang penipuan yang ancaman hukumannya 4 tahun penjara,” Ucap Kasat Reakrim. (Humas/polreskebumen)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
151

Komentar

Komentar