Palsukan surat nikah, Guru Besar Padepokan ditangkap polisi

Palsukan surat nikah, Guru Besar Padepokan ditangkap polisi

BERBAGI
Palsukan surat nikah, Guru Besar Padepokan ditangkap polisi

TRIBRATANEWS KEBUMEN – Dinginnya jeruji besi terpaksa dirasakan “Syeh” Udin (nama samaran), setelah dirinya kedapatan memiliki surat nikah palsu. Pria yang mengaku memiliki puluhan padepokan itu tak berkutik dihadapan petugas Polsek Gombong dan mengakui bahwa surat nikahnya dengan Munawaroh, warga Puring, adalah palsu.

Tertangkapnya Udin, berawal dari upaya Polsek Gombong  memfasilitasi mediasi warga dan perangkat desa Kedungpuji yang   menolak kegiatan praktek pengobatan tradisional milik Udin di desa tersebut. Disamping itu, Udin dituduh melakukan praktik ibadah menyimpang dan menjadikan warga semakin resah.

“Pada proses mediasi itu, kami meminta tersangka menunjukkan dokumen sesuai yang ditunjukkannya pada perangkat desa. Dari sekian dokumen, kami mencurigai surat nikah yang bersangkutan sehingga kami membawanya ke kantor untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ungkap Kapolsek Gombong, AKP Cahyadi Abdillah, mewakili Kapolres Kebumen, AKBP Alpen, SIK, MH (27/9).

palsukan-surat-nikahDalam proses pemeriksaan itulah, misteri menjadi terkuak. Udin mengakui perbuatannya tersebut dan menambahkan pernikahannya dengan Munawaroh dilakukan tanpa restu orang tua. Sedangkan surat nikah palsu dia peroleh dari seorang kyai di Jawa Barat.

Bahkan dia menambahkan dari empat istri yang dinikahi, hanya satu yang memiliki surat nikah asli dari KUA. Sedangkan tiga istri lainnya dinikahi di bawah tangan dan membeli surat nikah palsu. Adapun Munawaroh adalah istrinya yang ketiga.

Ditanya tentang pengembangan kasus tersebut, Kapolsek menandaskan pihaknya sudah memeriksa saksi-saksi terkait dan bahkan menerjunkan tim Reskrim hingga ke Jawa Barat.

“Keterangan saksi-saksi sangat mendukung. Bahkan hasil penyelidikan di Jawa Barat menunjukkan bahwa surat nikahnya tidak terdaftar pada KUA  yang tersebut dalam surat nikah tersangka,” tambah Kapolsek.

Atas perbuatannya tersebut, Udin terancam sanksi sesuai Pasal 263 KUHP ayat 1 dan 2 tentang dokumen palsu dengan hukuman kurungan maksimal 6 tahun. (Humas/reskbm)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Komentar

Komentar