Pabrik Jamu Palsu Digrebek Polres Kebumen

  • Whatsapp

TRIBRATANEWS POLRES KEBUMEN — Pabrik obat atau jamu palsu digrebek Sat Resnarkoba Polres Kebumen. Satu tersangka yang berperan sebagai pembuat sekaligus marketing berhasil diamankan berikut barang buktinya.

Kapolres Kebumen AKBP Robert Pardede saat Konferensi Pers di Mapolres Kebumen mengatakan, tersangka Parto Sudarno (45) diamankan di kediamannya di Perum Korpri Desa Jatimulyo Kecamatan Alian Kabupaten Kebumen pada hari Senin (4/2/2019).

Baca Juga :

Dari penggrebekan itu, Polres Kebumen mengamankan beberapa barang bukti antara lain, 7 karung obat tradisional serbuk merk Daun Dewa, 1 karung obat tradisional kapsul merk Daun Dewa serta ribuan kemasan obat palsu lainnya.

Polres Kebumen juga turut mengamankan mesin press pengemas jamu atau obat palsu tersebut di rumah tersangka.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 197 Jo. Pasal 106 ayat (1) Subs. Pasal 196 Jo. 98 ayat (2) dan ayat (3) UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

“Tersangka ini diancam kurungan maksimal 15 tahun penjara, denda maksimal 1,5 Milyar Rupiah,” jelas Kapolres Kebumen AKBP Robert Pardede disela-sela Konferensi Pers didampingi Kasat Resnarkoba AKP Mardi dan Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Suparno, Senin (25/07) siang.

Kepada petugas, tersangka telah mengakui perbuatannya membuat jamu palsu dengan bahan yang tidak lazim digunakan.

Untuk membuat bubuk jamu maupun pil obat kuat, tersangka meraciknya menggunakan tepung, serta bubuk temulawak dan Paracetamol yang ia dapatkan di Kabupaten Cilacap.

Sedang untuk kemasan Kardus maupun sachet alumunium ia pesan di percetakan di daerah Muktisari Kebumen.

“Sekilas memang dari kemasan susah dibedakan. Namun jika lebih teliti lagi, untuk produk tersangka ini gambar kemasan lebih pudar. Jamu ataupun obat-obatan ini pengakuan tersangka dipasarkan di Magelang,” jelas Kapolres.

Kemampuan membuat jamu palsu ini ia dapatkan dari pengalamannya saat muda dulu.

Ia pernah bekerja di pabrik jamu di daerah Kroya Cilacap saat masih muda. Pengalaman itulah yang membuat tersangka ingin mencicipi kembali manisnya berbisnis membuat jamu, meski palsu.

Bahkan saat konferensi pers, tersangka mengaku obat atau jamu yang dibuatnya berbahaya karena tidak melalui riset.

Usahanya membuat dan mengedarkan obat atau jamu palsu ini sudah berjalan kurang lebih 3 tahun belakangan, sebelum akhirnya ditangkap polisi.

(Humas Polres Kebumen)

Komentar

Komentar

Berita terkait