Nyetrum Ikan Bakal Didenda 50 Juta

dilarang-nyetrum-ikan

TRIBRATANEWS POLRES KEBUMEN – Maraknya akrifitas pencari ikan menggunakan bahan kimia atau racun dan alat setrum ikan di lingkungan Desa Balorejo Kecamatan Bonorowo, Kebumen akhir-akhir ini membuat warga Desa Balorejo prihatin. Warga khawatir semakin lama populasi ikan di perairan sungai di desa mereka akan punah.

Merespon kekhawatiran warga itu, Kepala Desa Balorejo dan BPD Balorejo kemudian merancang Peraturan Desa (Perdes) tentang Larangan Meracun dan Menyetrum Ikan di Lingkungan Desa Balorejo Kecamatan Bonorowo. Dalam Perdes itu disebutkan siapapun yang melanggar akan dikenai sanksi mulai dari teguran sampai dengan denda sampai dengan 50 juta rupiah.

Dalam acara sosialisasi Perdes tentang Larangan Meracun dan Menyetrum Ikan yang dilaksanakan di Balai Desa Balurejo pada hari Kamis (22/12), Kapolsek Bonorowo yang diwakili Polmas Bonorowo Briptu Nanang Ardianto menyambut baik di terbitkan nya Peraturan Desa itu. Selain Perdes, ada Undang undang yang mengaturnya, yaitu Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan Tentang Perikanan dimana dalam Pasal 84 disebutkan bahwa menangkap ikan dengan bahan berbahaya diancam pidana penjara maksimal enam tahun serta denda maksimal sebear Rp1,2 miliar.

Kapolsek Bonorowo Iptu Ibnu Sarjono berharap dengan diterbitkan nya Perdes itu, para pencari ikan yang selama ini menggunakan racun atau alat setrum tidak akan berani melakukan aktifitasnya di wilayah Desa Balorejo. “Tidak hanya di Desa Balorejo, bila kami mendapati ada yang nyetrum atau meracun ikan di wilayah Bonorowo akan kami tindak sesuai hukum yang berlaku” tegas Iptu Ibnu Sarjono. (Humas Bonorowo Res Kebumen)

Komentar

Komentar

Related posts