Modus Baru penipuan minta pulsa, Polsek Gombong himbau pengelola restoran.

Modus Baru penipuan minta pulsa, Polsek Gombong himbau pengelola restoran.

BERBAGI
Sosialisasi Dari Kapolsek Gombong kepada Warga

KEBUMEN – Adanya modus baru penipuan meminta pulsa handphone, membuat polsek Gombong melakukan tindakan spesifik dengan memberikan himbauan kepada pelaku usaha makanan, khususnya warung dan restoran.

Modus penipuan jenis ini seakan menjadi pengganti modus penipuan Mama Minta Pulsa yang sudah diketahui khalayak sehingga dijadikan meme atau bahan gurauan di media sosial.

Guna meyakinkan sasaran, pelaku penipuan jenis baru ini sering menggunakan alamat instansi pemerintah atau perusahaan ternama. Demikian disampaikan Kapolsek Gombong, AKP Cahyadi mewakili Kapolres Kebumen, AKBP Alpen, SIK, MH, saat melakukan patroli bersama anggota Bhabinkamtibmas di kawasan Jl. Yos Sudarso (6/8).

Kapolsek Gombong AKP Cahyadi Abdilah, S.Sos saat memberikan himbaun kepada pengelola restoran di Gombong
Kapolsek Gombong AKP Cahyadi Abdilah, S.Sos saat memberikan himbaun kepada pengelola restoran di Gombong

Diungkapkan Kapolsek, beberapa waktu lalu ada pelaku yang memesan puluhan nasi plus pulsa elektrik 750 ribu pada sebuah restoran. Pegawai restoran baru tahu ketika sampai ditujuan. Pemesan ternyata fiktif dan pemilik alamat merasa tidak pernah melakukan pemesanan.

” Kalau makanan mungkin masih bisa dikembalikan, tapi kalau pulsa yang terlanjur kirim kan tidak dapat ditarik lagi. Hal yang harus diingat, sasaran utamanya tetap pulsa,” papar Cahyadi.

Ditanya tentang kenapa restoran dijadikan sasaran pelaku jenis ini, Kapolsek menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang menjadi celah pelaku sehingga menargetkan restoran sebagai sasaran penipuan minta pula.

Pertama adalah adanya layanan siap antar dijadikan celah peluang baru oleh pelaku dengan melakukan pemesanan makanan sekaligus minta isi pulsa pada pengelola restoran.

” Pelaku biasanya mengatakan tagihan restoran dapat dicairkan saat pesanan makanan sudah sampai tujuan,” terangnya

Kedua adalah adanya provider telepon yang menyediakan layanan berbagi pulsa yang memungkinkan seseorang mengirim pulsa ke nomor lain. Tidak menutup peluang, pulsa yang diperoleh dari penipuan tersebut dijual atau dijadikan bekal untuk mencari target penipuan yang baru.

Ketiga adalah nomor telepon restoran yang mudah diperoleh karena selalu tersebar lewat leaflet promosi, buku telepon sampai jaringan internet.

“Penipu biasanya mencari nomor telepon secara acak. Mereka melakukan aksi secara untung-untungan. Namun bagaimanapun masyarakat harus hati-hati,” tandas Kapolsek.

Untuk mengantisipasi penipuan jenis ini, Kapolsek menghimbau masyarakat untuk tidak mudah melayani permintaan pelaku. Masyarakat dihimbau lebih kritis dan lebih dulu menghubungi pihak yang dapat dipercaya.

“Lakukan cross check dan komunikasikan dengan pihak yang terkait. Namun kunci yang terpenting adalah jangan panik. Calon korban biasanya dibuat tidak dapat banyak berpikir atau dibuat panik sehingga dengan mudah dapat disetir oleh pelaku,” tambahnya.

Guna mengeliminir ruang gerak pelaku, Kapolsek membagikan stiker himbauan yang dilampiri nomor telepon Polsek dan kantor Unit Lantas dengan harapan masyarakat segera melapor apabila ada indikasi kejahatan atau gangguan kamtibmas di lingkungannya.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Komentar

Komentar