Mengapa Malam Hari Gabah Harus Disimpan di Tempat Aman? Berikut Penjelasannya

TRIBRATANEWS POLRES KEBUMEN — Sebagian daerah di Kebumen telah memasuki musim panen padi. Setelah memanen padi, masyarakat akan melakukan penjemuran padi atau gabah terhadap hasil panennya.

Pada situasi tersebut masyarakat harus waspada terhadap pencurian gabah, terutama saat penjemuran.

Baca Juga :

Gabah yang dibiarkan tergeletak di luar rumah terutama malam hari, menjadi sasaran empuk para sindikat pencurian gabah.

Untuk melenyapkan hasil panen para petani, kawanan pencuri tidak membutuhkan waktu lama.

Hanya hitungan detik gabah bisa hilang digondol kawanan pencuri.

Menyikapi hal itu, melalui Bhabinkamtibmas, Polres Kebumen menggelar patroli dialogis dengan sasaran para warga masyarakat yang tengah menjemur gabah.

Dalam patrolinya, Bhabinkamtibmas mengingatkan agar pada malam hari gabah disimpan di dalam rumah.

Seperti yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Polsek Poncowarno Brigadir Kuat ini misalnya. Ia menyambangi warga Desa Blater dan bertemu Ibu Sukinah yang sedang menjemur gabah.

Ia mengingatkan agar gabahnya disimpan di tempat aman.

Kapolres Kebumen AKBP Robertho Pardede melalui Kasubbag Humas Polres Kebumen Kompol Suparno mengatakan, patroli dialogis mengingatkan warga untuk waspada terhadap pencurian gabah, tengah digencarkan Polres Kebumen.

“Melalui Bhabinkamtibmas yang ada, kita ingatkan warga masyarakat untuk waspada. Warga masyarakat kita minta untuk ikut berpartisipasi,” jelas Kompol Suparno.

Diketahui bernama, kebiasaan warga masyarakat Kebumen menjemur gabah hasil panen di lapangan atau di pinggir jalan.

Pada beberapa kasus, pada saat malam hari, gabah dibiarkan tergeletak di pinggir jalan.

Gabah tidak dimasukkan ke dalam rumah atau tempat yang aman dengan pertimbangan besok akan dijemur kembali.

(Humas Polres Kebumen)

Komentar

Komentar

Berita terkait