Memanen Buah Jenitri Bukan Miliknya, Penjual “Cobek” Ditangkap Polisi

TRIBRATANEWS POLRES KEBUMEN — Mengenai tersangka NG (50) Warga Desa Karangpule Kecamatan Sruweng Kabupaten Kebumen, yang kini terjerat kasus pencurian buah Jenitri yang ditangani oleh Polsek Sempor, ternyata ia adalah seorang penjual penjual “Cobek” yang biasa beroperasi di Yogyakarta.

Cobek atau Ciri adalah alat untuk menyambal atau alat yang biasa digunakan untuk mengulek bumbu masakan oleh para ibu-ibu. Biasanya alat ini bentuk cekung dan mempunyai pasangan yang bernama “muntu” sebagai alat tumbuknya.

Baca Juga :

Kepada polisi ia mengaku penghasilannya sebagai penjual ciri dirasa kurang cukup untuk menghidupi keluarganya, hingga pada akhirnya ada yang mengajaknya mencuri buah Jenitri.

“Dari aksinya mencuri buah Jenitri yang masih tumbuh di pohon, tersangka mendapatkan bagian Rp 2 Juta. Uang yang diterima oleh salah satu tersangka yang kini masih buron, ia gunakan untuk menyicil angsuran sepeda motor dan untuk keperluan hidupnya,” jelas Kapolsek Sempor IPTU Sugito didampingi Kasubag Humas Polres Kebumen AKP Suparno saat konferensi pers, Senin (09/04) di depan Mako Polsek Sempor.

Tersangka NG ditangkap tanpa perlawanan di rumahnya di Desa Karangpule Kecamatan Sruweng Kabupaten Kebumen pada Hari Jumat (15/04) sekitar pukul 21.00 Wib. Kini polisi masih melakukan pengejaran kepada empat tersangka lain yang sudah diketahui identitasnya.

Jenitri yang dicuri adalah jenis “Soan” yang kini harganya tengah naik daun. Total nilai 20 ribu butir yang dicuri komplotan tersebut, ditaksir hingga mencapai Rp 50 juta.

Pencurian Jenitri bernilai fantastis itu diketahui korban Salimun (40) warga Pandansari Kecamatan Sruweng Kabupaten antara tanggal 11 sampai dengan 15 Maret 2019.

Korban sempat mengecek pohon Jenitrinya di Desa Somagede Kecamatan Sempor pada tanggal 11 Maret siang. Namun pada saat ia kembali lagi pada tanggal 15 Maret, buah yang belum terlalu tua itu sudah dipanen orang lain.

“Pengakuan korban, jika Jenitrinya dipanen pada kondisi tua, nilainya bukan Rp 50 juta, tapi bisa tembus Rp 100 juta. Karena buah Jenitri yang dicuri itu masih agak muda,” katanya.

Lanjut Iptu Sugito, letak pohon Jenitri yang dicuri kawanan pencuri berada jauh dari pemukiman penduduk dan ada di sebuah bukit. Para tersangka mencuri di enam pohon milik korban.

Pengakuan tersangka, saat ia beraksi, dua tersangka mengawasi di jalan, di atas sepeda motor, selanjutnya empat tersangka lainnya naik ke pohon dan memanen buah Jenitri itu.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 362 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman paling lama 5 tahun penjara. Kepada polisi ia telah mengakui perbuatannya dan sangat menyesalinya.

Namun semua telah terlanjur. Ia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dihadapan hukum.

(Humas Polres Kebumen)

Komentar

Komentar

Berita terkait