Melalui Jalur Diversi, Polsek Pejagoan Selesaikan Kasus Pencurian Dibawah Umur

diversi-polsek-pejagoan

TRIBRATANEWS POLRES KEBUMEN – Polsek Pejagoan Polres Kebumen, dipimpin Kapolsek Pejagoan Polres Kebumen AKP R. Widianto, SH., MH melaksanakan sidang diversi terhadap pelaku perkara pencurian yang masih anak-anak atas nama PES yang baru berusia 17 tahun. Penyelesaian perkara diluar sidang pengadilan negeri ini sesuai dengan Pasal 1 angka 7 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, Diversi adalah pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana, Rabu Siang (7/12/16)

Sidang dihadiri oleh Petugas Balai Pemasyarakatan (BAPAS) Purwokerto, Sekretaris Kecamatan Pejagoan,  wakil Kepala Desa Bumiharjo dimana pelaku tinggal dan pihak keluarga pelaku.

PES (17), adalah tersangka dalam perkara pencurian sebuah telepon genggam di sebuah Warung Makan di Desa Kebulusan Kecamatan Pejagoan pada tanggal 8 Nopember 2016 yang lalu. Dihadapan Penyidik, PES mengaku baru pertama kali melakukan pencurian dan selama ini belum pernah dihukum.

Petugas BAPAS Purwokerto, Slamet Budi, menjelaskan bahwa sudah melakukan melakukan penelitian terhadap latar belakang pelaku. Selain itu pelanggaran hukum yang dilakukan oleh pelaku adalah tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara dibawah 7 (tujuh) tahun; dan bukan merupakan pengulangan tindak pidana maka dapat dilakukan diversi. Namun patut dicamkan dan diperhatikan, bahwa poses diversi hanya bisa dilakukan satu kali oleh tersangka yang sama dalam sepanjang hidupnya, maka harus benar benar merubah perilaku dan tidak mengulangi lagi perbuatannya tambahnya.

Kepala Kepolisian Resor Kebumen AKBP Alpen, SH, SIK, MH melalui Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Wasidi menjelaskan bahwa tindakan Polsek Pejagoan yang melakukan diversi terhadap tersangka yang masih anak-anak sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Sesuai yang telah diamanatkan oleh undang-undang, tujuan pelaksanaan diversi antara lain supaya anak yang terlibat dengan tindak pidana dapat dihindarkan dari perampasan kemerdekaannya (ditahan/dipidana kurungan) dan menanamkan rasa tanggung jawab kepada anak serta lebih mendorong partisipasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap anak-anak” jelas AKP Wasidi. (Humas/Pejagoan/Polres Kebumen)

Komentar

Komentar

Related posts