Kilat Menyambar Pencari Ikan di Kutowinangun

TRIBRATANEWS POLRES KEBUMEN — Beberapa hari terakhir ini Kabupaten Kebumen mulai diguyur hujan lebat. Saluran air hingga persawahan mulai dialiri air.

Hal ini membuat membuat salah satu warga Kutowinangun mencoba peruntungannya menjala ikan saat cuaca hujan lebat disertai petir.

Di cuaca yang buruk ini bukan ikan yang didapat, justru petaka menghampirinya. Khomsin ( 35 ), warga desa Tanjungsari Kecamatan Kutowinangun Kabupaten Kebumen meregang nyawa setelah tersambar petir saat menjalani ikan.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 08.00 Wib, di persawahan tepatnya di dekat kali Sidatan Desa Tanjungsari, Kecamatan Kutowinangun, Selasa (06/11) pagi.

Menurut keterangan beberapa saksi yang melihat persis kejadian itu, korban sebelumnya sempat diingatkan untuk segera bergegas berteduh karena cuaca semakin buruk.

“Teman korban Samngani dan Slamet sebelum kejadian mengingatkan korban untuk berteduh di tempat penggilingan padi yang tidak jauh dari tempatnya mencari ikan. Jaraknya kurang lebih 100 meter dari TKP,” jelas Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar melalui Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Suparno saat dikonfirmasi.

Setelah Samngani dan Slamet berteduh, kurang lebih tiga puluh menit kemudian petir terdengar memekakkan telinga keduanya.

Mereka pun tercengang dan semata-mata melihat kilat menyambar tempat Khomsin menjala ikan.

“Selanjutnya kedua saksi bergegas mengecek kondisi Khomsin. Karena dari kejauhan, Khomsin ini tidak terlihat setelah petir menyambar,” terangnya AKP Suparno.

Setelah sampai di tempat, kedua saksi mendapati tubuh Khomsin terkapar dan sudah tidak bergerak.

Selanjutnya mereka bergegas melapor kejadian tersebut ke perangkat desa Tanjungsari, dan di teruskan lapor ke Polsek kutowinangun.

Dari hasil olah TKP yang dilakukan oleh Polsek Kutowinangun, yang pada saat itu dipimpin langsung oleh Kapolsek Iptu Sugiyanto dan tim medis dari Puskesmas Kutowinangun, pada tubuh korban tidak ditemukan tanda mencurigakan yang mengarah pada kejahatan pidana.

“Menurut keterangan dari Dokter Timbul (Kepala Puskesmas Kutowinangun) yang memeriksa korban secara langsung, dari lukanya, bahwa korban benar disambar petir. Ada luka bakar dibagian paha kiri sebelah atas sampai dengan perut,” jelas AKP Suparno.

Saat ini korban yang diketahui bapak dua anak dan dalam kesehariannya berdagang kelapa, jenazahnya telah diserahkan Kapolsek Kutowinangun kepada keluarga untuk dimakamkan.

Akibat peristiwa itu, Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar melalui Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Suparno menghimbau kepada seluruh warga masyarakat Kebumen untuk lebih waspada terhadap cuaca.

“Sekarang ini sudah memasuki musim penghujan. Marilah kita bersama-sama lebih waspada terhadap cuaca ini. Waspada terhadap banjir, longsor, maupun petir. Yang menjaga kita, ya kita sendiri,” katanya.

(Humas/Polres Kebumen)

Komentar

Komentar

Related posts