Inilah Penjelasan Kapolres Kebumen Tentang Kapolsek Karangsambung yang Meninggal Gantung Diri

Inilah Penjelasan Kapolres Kebumen Tentang Kapolsek Karangsambung yang Meninggal Gantung Diri

BERBAGI
Pemakaman IPDA Nyariman

TRIBRATANEWS KEBUMEN – Tabir dibalik meninggalnya Ipda Nyariman akhirnya mulai terungkap seperti diberitakan, Ipda Nyariman ditemukan tewas gantung diri di ruang kerjanya, Rabu (5/10/16).  Kapolres Kebumen AKBP Alpen, SH., SIK., MH.,  mengatakan pihaknya melalui Propam Polres Kebumen sebelumnya telah melakukan pemeriksaan terhadap Kapolsek Karangsambung Ipda Nyariman yang ditemukan tewas gantung diri di ruang kerjanya. kapolsek karangsambung

Kapolres mengatakan, pemeriksaan dilakukan  pada 20 September 2016. Awalnya almarhum menerima Rp 150 juta dari Aiptu S, rekan korban yang juga anggota Polres Kebumen. Sementara sisanya ditransfer beberapa kali melalui rekening milik Ipda Nyariman. Kamis (6/10/2016).

Kapolres menegaskan apa yang terjadi antara korban dengan Aiptu S murni persoalan utang-piutang. Pihaknya sudah berupaya memediasi kedua belah pihak. Pada mediasi tersebut, almarhum sudah berkomitmen untuk mengganti uang yang dalam perjanjian disebut sebagai investasi.
Disepakati, uang Rp 250 juta itu akan dikembalikan pada Rabu (5/10/16) sekira pukul 10.00 WIB. Bahkan Aiptu S juga sudah menunggu di Propam Polres untuk menerima uangnya. Hingga akhirnya tersiar kabar jika Ipda Nyariman ditemukan tewas gantung diri karena diduga tidak bisa mengembalikan uang milik rekan sejawatnya itu.

Tentang bagaimana proses hukum terhadap kasus ini, Kapolres menuturkan jika secara pidana Ipda Nyariman tidak bisa dituntut karena sudah meninggal. Sementara tanggungan hutang Ipda Nyariman, Kapolres berusaha akan mencarikan solusi terbaik. “Kami akan berusaha menyelesaikan kasus ini sebaik-baiknya,” tegas Kapolres.

Kapolres Kebumen AKBP Alpen, SH.,SIK., MH., menegaskan menegaskan jika proses penerimaan anggota Polri dilakukan dengan transparan, akuntable dan tanpa kolusi maupun nepotisme. Sehingga dia meminta masyarakat agar tidak tergiur tawaran seseorang yang menjanjikan bisa meloloskan putra-putrinya menjadi polisi dengan imbalan sejumlah uang. “Bahkan dalam proses pendaftaran maupun seleksinya pun gratis. Jadi kalau ada yang ngaku bisa meloloskan, saya kira itu mustahil,” ucap Kapolres.(humas/reskebumen)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

Komentar

Komentar