Lagi, Giliran Gadis Dibawah Umur di Gagahi oleh Kakek Berusia 66 Tahun

tsk-pencabulan-di-sempor-kebumen

TRIBRATANEWS POLRES KEBUMEN – Kepolisian Sektor Sempor Polres Kebumen berhasil mengamankan kakek berusia 66 tahun berinisial MM dengan tuduhan persetubuhan terhadap anak di bawah umur RR (15) saat mandi di sungai.

“Pihak Polsek Sempor menjemput tersangka seletah menerima laporan pengaduan dari orangtua korban pada tanggal 26 Desember 2016. Modusnya yang dilakukan dengan iming-iming akan diberi uang jajan setiap hari untuk pergi ke sekolah”, ucap Kapolsek Sempor.

Ibu korban mengatakan tersangka menjalankan aksi bejatnya saat korban mandi di sungai termasuk Desa Selokerto Kecamatan Sempor.

Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Willy Budiyanto, SH., MH menjelaskan bahwa kasus ini terungkap berawal dari tetangga korban yang mengatakan kepada ibu korban bahwa RR pernah disetubuhi oleh MM saat mandi di sungai. Pada saat itu tetangga curiga bahwa RR perutnya buncit, tapi setelah dikonfirmasi dengan ibu korban RR memang memiliki kelainan pada saluran pencernaan yang mengakibatkan RR susah buang air besar yang mengakibatkan perutnya buncit.

Lanjut Kasubbag Humas, kemudian ibu RR menanyakan kebenaran kepada RR tentang perbuatan bejat yang dilakukan MM, RR kemudian menceritakan apa yang telah dilakukan kakek MM kepadanya, dari pengakuan RR akhirnya orang tua RR bersama Ketua RT menemui MM untuk memastikan kebenaranya saat itu MM bersikeras tidak mengakui perbuatanya itu, setelah dari Polsek Sempor datang MM baru mengakui semua perbutanya dengan alasan takut akan dihakimim oleh warga sekitar apabila mengakui perbuatanya tidak ada petugas kepolisian.

“Kami sudah meminta keterangan ibu korban. Kita juga mendapatkan alat bukti berupa hasil visum dokter, memang ada luka di area kemaluan anak dan tidak dalam keadaan  hamil,” Kata AKP Willy Budiyanto.

MM yang berprofesi sebagai buruh harian lepas itu mengakui perbuatan di hadapan penyidik. Bahwa pernah menyetubuhi RR saat mandi di sungai yang pada saat itu korban hanya mengenakan pakaian dalam saja kemudian diajak dan dipaksa untuk melakukan hubungan intim yang dilakukanya di tepi sungai. Perbuatan tersangka ini diakuinya dilakukan pada bulan Juni 2015.

Tersangka dijerat dengan Pasal 81 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (humas/polreskebumen)

Komentar

Komentar

Related posts