Gadis SMP Dicekoki Miras Sampai Tidak Sadarkan Diri di pinggiran Sungai Irigasi

korban-pencekokan-miras-di-kutowinangun-kebumen

TRIBRATANEWS POLRES KEBUMEN – Seorang gadis  berumur 13 tahun dipaksa minum miras oleh teman perempuan bersama pacarnya di Sugai Irigasi Kutowinangun, (30/11/16)

Kapolres Kebumen AKBP Alpen, SH., SIK., M.H melalui Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Wasidi membenarkan ada kejadian itu, menurut keterangan korban pada hari sabtu tanggal (20/11/16), sekitar pukul 19.00 wib. korban dengan inisial KL (13) pelajar SMP, diajak oleh teman perempuan yang merupakan tetangga korban dengan berinisial MS umur (17) pelajar SMK.

Keduanya pergi menggunakan sepeda motor ke tempat wisata alam Jembangan, sampai di lokasi jembangan korban KL diajak untuk berfoto-foto oleh MS. Setelah berfoto ria, korban diajak pergi dengan tujuan tidak diketahui oleh korban, setelah  sampai poncowarno korban minta diantar pulang, namun MS malah mempercepat laju kendaraannya.

Kemudian sampai lah korban KL bersama MS dipinggir sungai irigasi desa kuwarisan kecamatan kutowinangun, disitu sudah ada yang menunggu dua orang laki laki berinisial S (17) pelajar SMK, S diketahui pacar MS dan satu lg  berinisial D (17) merupakan teman S.

Begitu sampai di tkp korban KL mencari menanyakan mengapa dia diajak kesitu, tanpa ada jawaban, justru  MS menawarkan miras kepada korban, korban pada saat itu sudah menolak dan berontak namun laki-laki S dan D memegang tangan korban kebelakang dan tangan kanan S megang sebuah botol miras yang dicium-ciumi ke hidung korban, setelah korban makin kuat membrontak justru MS memegang mulut korban sembari membuka mulut korban dan pada saat bersamaan S menuangkan miras kemulut korban sampai tertelan oleh korban.

Setelah korban merasa pusing dan tidak sadarkan diri, kemudian korban diantar pulang oleh MS hingga di depan rumah korban.

Setelah  korban sampai dalam rumah langsung pingsan dan di tolong sama Bude
Korban.

“Diketahui kedua orang tua korban bekerja merantau  di jakarta, dan korban diasuh sama Budenya yang bernama Sumiyati.
Setelah korban sadar keesokan harinya korban baru menceritakan apa yg dialaminya semalam”, ucap Kasubbag Humas.

“Perkara ini diselesaikan oleh Polsek Kutowinangun secara muasyawarah dan membuat surat pernyataan mengingat para pelaku masih dibawah umur dan masih bersekolah”, tutup Kasubbag Humas Polres Kebumen.
(humas/kutowinangun/reskebumen)

Komentar

Komentar

Related posts