Setubuhi Anak Dibawah Umur, Seorang Dosen Meringkuk di Rutan Polres Kebumen

tsk-pencabulan-di-kebumen

TRIBRATANEWS POLRES KEBUMEN – Bak tersambar petir disiang bolong, itulah ungkapan Tugimin (bukan nama asli) seorang warga Alian setelah mendengar cerita gadis kecilnya yang masih berumur 14 tahun disetubuhi oleh teman laki lakinya. Bagimana tidak, anaknya yang bernama Bunga (nama samaran) menceritakan bahwa dirinya telah mengalami pelecehan seksual yang dilakukan oleh teman laki lakinya dan saat ini kasusnya telah ditangani Polres kebumen.

Dikatakan Kapolres Kebumen AKBP Alpen, SH, SIK, MH, melalui Kasat Reskrim Polres kebumen AKP Willy Budiyanto, SH, MH, tersangka yang bernama IDHAM (58) warga Kedungwinangun Klirong saat ini sudah diamankan di dalam rutan Polres kebumen. “Dirinya dipolisikan Tugimin warga Alian, karena diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap anak kandungnya,” ucap Willy mewakili Kapolres Kebumen saat ditemui di ruang kerjanya, (22/11).

Dijelaskan, kejadian berawal dari perkenalan tersangka dengan korban saat acara “car free day” pada hari Minggu (30/10) di alun alun Kebumen. Dikatakan tersangka yang ternyata bapak dua anak, dirinya dari awal sudah tertarik dengan kecantikan korban.

“Setelah pertemuan pertama di acara car free day, pada lima hari kemudian, tepatnya hari Sabtu (05/11), tersangka mengajak korban berjalan jalan,” ucap willy.

Alih alih ingin menjadi orang tua asuh, pada hari itu (05/11) tersangka yang ternyata adalah seorang Haji, bahkan dosen di salah satu perguruan tinggi di Semarang, mengajak Korban berjalan jalan ke Pantai. Bukan hanya berjalan jalan saja, untuk memuluskan niatnya, tersangka juga membelikan baju untuk korban yang masih duduk di bangku sekolah itu.

Dirasa sudah masuk perangkap, selanjutnya korban diajak ke rumah tersangka. “Korban diajak masuk kekamar, selanjutnya pelecehan seksual terjadi pada hari itu sekitar pukul 23.00 wib,” pungkas AKP Willy.

Guna kepentingan penyidikan, saat ini tersangka harus meringkuk dibalik jeruji tahanan Polres Kebumen. Atas perbuatannya, AKP willy mengatakan, tersangka dijerat dengan pasal 81 UU RI nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara denda 5 milyar.
(humas/polres kebumen)

Komentar

Komentar

Related posts