BLUE LIGHT PATROL Dan Pengaruhnya di Masyarakat

BLUE LIGHT PATROL Dan Pengaruhnya di Masyarakat

BERBAGI

TRIBRATANEWS KEBUMEN – Sejak Jenderal Polisi Tito Karnavian dilantik menjadi Kapolri oleh Presiden, berbagai macam program kerja yang tertuang dalam PROMOTER Kapolri terus digalakkan mulai dari tingkat Mabes Polri sampai kepada Bhabinkamtibmas sebagai unsur terdepan dalam pelayanan masyarakat. Penulis tidak akan mengulas panjang lebar tentang semua kebijakan Kapolri yang tentunya bertujuan untuk memperbaiki Institusi Polri, tetapi penulis ingin mengulas tentang Blue Light Patrol / Patroli dengan menyalakan lampu rotator berwarna biru yang terpasang pada tiap-tiap mobil Patroli Polisi.

Di kesatuan kepolisian terdepan (Polsek) saat ini setidaknya sudah memiliki satu Mobil Patroli yang cukup mewah sebagai bentuk dukungan alat utama dan anggaran dari Pemerintah guna menunjang pelaksanaan tugas-tugas kepolisian di lapangan. Hal ini sebagai manifestasi palaksanaan Undang-undang Kepolsian yang memberikan kewenangan kepada Kepolisian sebagai Pelindung, Pengayom dan Pelayan masyarakat. Salah satu penjabaran dari kewenangan Kepolisian sebagai Pelindung, Pengayom dan Pelayan masyarakat adalah pelaksanaan Patroli di pemukiman penduduk dengan menggunakan mobil Patroli dan menyalakan lampu rotator khususnya dimalam hari sambil sesekali membunyikan sirine.

Mengapa harus menyalakan lampu rotator ? Lampu rotator yang terpasang di mobil Patroli Polisi menyala biru dengan sangat terang dan dapat terlihat dari jarak jauh khususnya bila malam hari. Ini sebagai isyarat tanpa suara kepada masyarakat bahwa Petugas Kepolisian sedang melaksanakan Patroli, dan hal ini berdampak pula kepada orang-orang yang berniat melakukan kejahatan, bila mengetahui bahwa Polisi sedang melaksanakan Patroli maka akan mengurungkan niatnya. Dan warna biru yang terpasang di mobil Patroli Polisi adalah sesuai dengan UU No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dang Angkutan Jalan pasal 59 ayat (5)

a. lampu isyarat warna biru dan sirene digunakan untuk Kendaraan Bermotor petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia;
b. lampu isyarat warna merah dan sirene digunakan untuk Kendaraan Bermotor tahanan, pengawalan Tentara Nasional Indonesia, pemadam kebakaran, ambulans, palang merah, rescue, dan jenazah; dan
c. lampu isyarat warna kuning tanpa sirene digunakan untuk Kendaraan Bermotor patroli jalan tol, pengawasan sarana dan Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, perawatan dan pembersihan fasilitas umum, menderek Kendaraan, dan angkutan barang khusus.

BLUE LIGHT PATROL DI KEBUMENDan mengapa harus membunyikan sirine ? Isyarat suara berupa sirine yang dibunyikan saat melaksanakan kegiatan patroli khususnya malam hari dimana masyarakat sedang terlelap tidur, bertujuan bukanlah untuk mengganggu masyarakat yang sedang beristirahat, melainkan sebagai sarana komunikasi serta memberitahukan kepada masyarakat, bahwa Polisi tidak tidur. Dengan demikian masyarakat akan mengetahui bahwa Polisi sedang melaksanakan Patroli guna menjaga Keamanan dan keteriban wilayahnya.

Dengan pelaksanaan Patroli Blue Light dapat pula digunakan untuk melakukan penggalangan, pemetaan kerawanan, pemetaan kemampuan antisipasi kerawanan oleh warga, memotivasi petugas siskamling, memberikan pencerahan dan informasi Kamtibmas kepada masyarakat, sehingga masyarakat memiliki daya cegah dan daya tangkal terhadap setiap ancaman gangguan Kamtibmas.
(humas/sekadm/reskbm)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Komentar

Komentar