Bisnis Sabu Antar Kota, Pasangan Bukan Suami Isteri Digelandang Polres Kebumen

Bisnis Sabu Antar Kota, Pasangan Bukan Suami Isteri Digelandang Polres Kebumen

BERBAGI

KEBUMEN – Pasangan bukan suami isteri harus berurusan dengan Polres kebumen karena diduga telah mengedarkan Narkotika jenis Sabu. Diketahui AG (36) seorang laki laki warga Gombong harus digelandang ke Polres Kebumen bersama  kekasihnya berinisial KK (21) warga Sempor Kebumen karena tertangkap tangan saat akan melakukan transaksi narkoba miliknya, Kamis (22/09/2016).

Berdasarkan keterangan dari Kapolres kebumen AKBP Alpen, SH, SIK, MH melalui AKP Hari Harjanto, SH, selaku Kasat Narkoba Polres Kebumen, membenarkan pihaknya telah mengamankan sepasangan bukan suami isteri sebagai pengedar sabu antar wilayah yang telah lama menjadi target Polres Kebumen.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, pihaknya yang telah lama mengincar pasangan ini, saat melakukan penyelidikan, menjumpai keduanya saat akan transaksi di daerah Gombong. “Saat itu juga keduanya kami tangkap,” ucap Hari.

Menurut informasi dari Hari, penangkapan yang dilakukan pada selasa (13/09) di jalan Sidomulyo Karanganyar tersebut, pihaknya mendapatkan sejumlah barang bukti yaitu, 1 paket sabu terbungkus plastik klip  seberat 0,34 gram, 15 plastik klip terdapat sisa sabu, yang diduga telah digunakan, 1 pak sedotan warna putih bergaris merah, 4 pak plastik klip ukuran 5×3 cm, semuanya diakui miliknya.

Bukan hanya itu, pihaknya juga mengamankan 1 buah timbangan digital merk HELES warna kuning, berdasarkan informasi dari Hari, merupakan alat untuk menakar sabu yang akan dijualnya.

Selanjutnya, 2 buah HP Nokia masing masing berwarna hitam dan biru juga diamankan dalam penangkapan tersebut.

Selain itu,1 buah alat hisap bong, 1 buah korek api gas warna hijau, 2 buah pipet kaca warna bening, 2 buah sedotan pendek modifikasi sebagai penyendok, 1 gulungan lakban warna hitam, 1 buah kartu ATM BCA, 1 unit sepeda motor Yamaha Mio warna silver tanpa plat nomor,  Uang tunai Rp. 650.000, “yang kesemuanya berada di tas pinggang yang dibawa salah satu tersangka, yang diakui merupakan milik tersangka, ” terang AKP Hari kepada tim Tribratanews-polreskebumen.

Selanjutnya, berdasarkan keterangan dari tersangka AG yang diketahui sebelumnya telah memiliki isteri dan satu anak itu, dirinya nekat bisnis barang haram karena desakan ekonomi. Sepinya persewaan kamar di daerah Kali tengah Gombong menjadi alasan utama dirinya nekat menjajakan sabu antar kota untuk memenuhi kebutuhannya.

img_6695-copy

Bisnis haram yang ditekuninya kurang lebih sejak tahun2010 itu, dirinya harus dibantu pacarnya untuk mendapatkan pelanggan. “KK perempuan yang dipacarinya kurang lebih satu tahun, ternyata sebelumnya pernah menjadi salah satu pemandu lagu di salah satu kafe Karaoke di Kebumen, sehingga darinya AG bisa mempunyai banyak pelanggan khususnya luar kota dalam satu tahun belakangan ini,” ujarnya.

AKP Hari menambahkan, pihaknya saat ini masih melakukan pendalaman terhadap ke dua tersangka, “Karena berdasarkan informasi dan data yang kami peroleh keduanya spesialis pemasok sabu antar kota,” tutup Hari Harjanto, selaku Kasat Narkoba Polres Kebumen.

(humas/reskbm)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Komentar

Komentar