Berbulan-bulan Menghilang, Polsek Gombong Akhirnya Pertemukan Jarwono dengan Keluarga

Berbulan-bulan Menghilang, Polsek Gombong Akhirnya Pertemukan Jarwono dengan Keluarga

259
0
BERBAGI

KEBUMEN – Wajah berseri tampak ditunjukkan Parjikin di hadapan para petugas Gombong, saat bertemu mereka di Instalasi Kejiwaan RSUD Banyumas (8/8). Pasalnya dia merasa polisi sudah membantu menemukan Jarwono, keponakannya, yang menghilang sudah beberapa bulan dari rumah.

“Menurut informasi, dia pernah terlihat sejumlah kota lainnya.Tapi kami tidak pernah berhasil sampai akhirnya ditemukan oleh petugas Polsek Gombong,”  tutur Parjikin mewakili keluarga.

Kejadian Jarwono sampai ditangani polisi bermula dari tindak pidana yang ada di wilayah Gombong. Sebagaimana diberitakan Tribratanews Polres Kebumen sebelumnya, Jarwono adalah Mr X, pelaku curanmor Honda Vario milik warga Patemon, Gombong pada 4 Agustus lalu.

 Bersama barang bukti, dia tertangkap warga di Karanganyar dan kemudian ditangani Polsek Gombong.

Dari keterangannya pada petugas, Jarwono diduga kurang akal sehingga polisi menghimbau masyarakat luas untuk membantu mencarikan keluarganya.

Jarwono Didampingi Kapolsek Gombong dan Personelnya Saat Dipertemukan Keluarganya
Jarwono Didampingi Kapolsek Gombong dan Personelnya Saat Dipertemukan dengan Keluarganya

Gelagat gangguan jiwa diperlihatkan Jarwono saat menjalani proses penyidikan. “Pembicaraannya ngelantur, bahkan menyebut nama dan alamat rumahnya saja dia kebingungan. Akhirnya setelah melalui sejumlah musyawarah intern, dia kami rujukkan ke RSUD Banyumas untuk memperoleh kejelasan kondisi jiwanya secara medis,” ungkap Kapolsek Gombong, AKP Cahyadi Abdillah,S.Sos mewakili Kapolres Kebumen, AKBP Alpen, SIK, MH.

Dari hasil rujukan itulah diketahui Jarwono adalah pasien lama RSUD Banyumas sehingga kemudian diketahui identitas asli serta alamat keluarganya di daerah Punggelan, Banjarnegara.

Berbekal data yang ada,  RSUD Banyumas memanggil keluarga dan menghubungi Polsek Gombong tentang ditemukannya keluarga Jarwono.

Keluarga yang kemudian datang, tak dapat menyembunyikan kegembiraannya. Pasalnya, Jarwono sudah lama menghilang dari rumah dan keluarga merasa lelah mencari informasi tentang keberadaannya.

Dalam pertemuannya dengan Kapolsek dan tim Reskrim Polsek Gombong, keluarga Jarwono tampak terharu dan tak dapat menyembunyikan rasa gembira mereka. Jabat tangan erat dan ungkapan terima kasih berkali-kali mereka tunjukkan pada petugas.

Mewakili pihak keluarga, Parjikin mengungkapkan terima kasih pada polisi yang sudah membantu menemukan keluarganya.

WhatsApp Image 2016-08-16 at 17.55.31-1
Suasana Penyerehan Jarwono Kepada Pihak Keluarga.

” Kami dari keluarga miskin sehingga tidak dapat membalas apa-apa, bisanya hanya mendoakan. Kami sangat berterimakasih. Yang jelas sebagai masyarakat, kami merasa betul-betul terayomi,” ungkapnya bertestimoni.

Tentang kelanjutan perawatan Jarwono, dia menyatakan saat ini keluarga akan menitipkan Jarwono di RSUD sampai kondisinya betul-betul membaik.

Parjikin menambahkan, dua pernah beberapa kali membawa Jarwono berobat, tapi karena keterbatasan biaya akhirnya keluarga memutuskan untuk merawat secara mandiri di rumah. Sedangkan orang tua Jarwono, menurut pengakuannya, sudah meninggal beberapa tahun lalu.

Sementara itu, pihak RSUD Banyumas menuturkan, sebaiknya penderita gangguan jiwa harus terus di perhatikan keluarga. Gerak-geriknya harus terus dipantau karena pada dasarnya apa yang mereka lakukan berada di luar kesadaran mereka. Sedapat mungkin harus dirawat dan tidak putus obat.

 ” Keputusan dan koordinasi polisi merujuk pasien ini ke RSUD sangat proporsional. Pasien bisa diobati kembali dan keluarganya bisa segera ditemukan. Terkait rekam medisnya, riwayat pasien ini sudah terdata,” ungkap dr Hilma Paramita Sp KJ, psikiater RSUD Banyumas.

Sehubungan dengan kelanjutan kasus tersangkanya tersebut, Kapolsek Gombong menunggu surat resmi tentang status medis kejiwaan Jarwono dari rumah sakit.

 Berdasarkan pasal 44 KUHAP, pelaku tindak pidana  yang mengidap gangguan jiwa tidak dapat dijatuhi hukuman.

“Kami turut gembira atas pertemuan Jarwono dengan keluarganya. Namun semua proses akan dilakukan sesuai prosedur. Setelah rumah sakit mengirim keterangan status medis, Unit Reskrim akan gelar perkara sebagai salah satu syarat untuk mengajukan SP3. Yang jelas kami akan berusaha yang terbaik,” jelas Kapolsek menutup pembicaraan. (humas/reskbm/gb1)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Komentar

Komentar