Arti Sebuah Keyakinan, Tidak Ada Kejahatan Yang Sempurna

Arti Sebuah Keyakinan, Tidak Ada Kejahatan Yang Sempurna

BERBAGI
sidik jari inafis polres kebumen

TRIBRATANEWS KEBUMEN – Harapan seorang polisi ketika tiba di tempat kejadian perkara (TKP) saat menangani suatu perkara kejahatan yaitu tidak banyak berubah tempat tersebut, artinya benar benar original setelah kejadian tersebut terjadi, dalam istilah polisi disebut status quo tkp, Jumat (29/07/2016)

Bagi setiap polisi, terpecahkannya suatu perkara kejahatan bisa berawal dari tkp yang di datangi. Dari tempat tersebutlah banyak data yang dapat membawa kepada seorang atau kelompok yang telah melakukan kejahatan di tempat tetsebut.

Menurut Kasat Reskrim Polres Kebumen AKP Willy Budiyanto SH MH, saat melakukan pembukaan pelatihan identifikasi pada tanggal 26 Juli 2016 di Mapolres Kebumen, masyarkat pun juga harus mengetahui pentingnya status quo sebuah tkp.

kasat reskrim polres kebumenMenurutnya, kepanikan serta besarnya rasa ingin tahu masyarakat atas kejadian kejahatan di suatu tkp, hal ini bisa merusak sebagian bahkan lebih. Maka dari itu, pihaknya meminta apabila menjumpai hal serupa untuk segera mungkin melaporkan kepada polisi supaya segera ditangani, dan mejaga tkp agar tidak berubah hingga polisi datang.

“Prinsip, tidak ada kejahatan yang sempurna. Walau hanya setitik setiap kejahatan pasti meninggalkan jejak yang dapat mengantar kita kepada pelaku,” ucap Willy.

Dalam kesempatan yang sama, Kaur Identifikasi Sat Reskrim Polres Kebumen AIPTU Mugiono SH melanjutkan menyampaikan materi kepada para peserta pelatihan yang diikuti seluruh personel Reskrim Polres Kebumen dan Polsek Jajaran. Dirinya menambahkan, bukan hanya dari tkp, namun dari Korban pun polisi dapat memperoleh informasi yang sangat dibutuhkan saat penyelidikan.

“Keterkaitan antara saksi ataupun korban, tersangka, dan barang bukti, dapat memperoleh gambaran modus operandi tindak pidana yang terjadi,” terang Mugiono kepada peserta.

Menurutnya, pelatihan semacam ini perlu dilakukan secara rutin, karena banyak ilmu yang memang seblumnya tidak didapatkan saat mengenyam pendidikan Kepolisian, yakni ilmu dari sebuah analisa di lapangan berdasarkan pengalaman dan hal itu harus disampaikan kepada peserta pelatihan.

Pengalaman puluhan tahun membidangi Identifikasi, tentu membuatnya faham betul karakter seorang tersangka dalam mengupayakan agar kejahatan yang dilakukannya benar benar sudah rapih dan bisa lolos dari jerat hukum. Namun atas keyakinan awal, bahwa tidak ada kejahatan yang sempurna mengantarkan prestasi tersendiri untuk Polres Kebumen saat melakukan pengungkapan kasus kejahatan yang mungkin sebagian orang menganggap mustahil.

“Siapa berbuat dia harus bertanggung jawab, untuk sebuah keadilan sekecil apapun kejahatan akan kami kejar,” tutur Kaur Identifikasi. (dw/humas/reskbm).

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

Komentar

Komentar