Antisipasi Banjir, Kapolsek Adimulyo Memantau Tanggul Sungai

Antisipasi Banjir, Kapolsek Adimulyo Memantau Tanggul Sungai

BERBAGI
kapolsek-adimulyo-cek-daerah-rawan-banjir

ADIMULYO – Menghadapi musim penghujan guna mengantisipasi bencana alam banjir, Kapolsek Adimulyo melakukan pemantauan dan pendataan lokasi rawan bencana alam banjir. (28/9/2016)

Wilayah Kecamatan Adimulyo adalah wilayah yang rawan terhadap bencana alam banjir. Hal ini disebabkan karena terdapat lima aliran sungai yang melintasi Kecamatan Adimulyo yaitu Sungai Turus yang melintasi Desa Adikarto dan Adimulyo, Sungai Kethek yang melintasi Desa Caruban dan Mangunharjo, Sungai Karanganyar yang melintasi Desa Meles dan Arjosari, Sungai Abang yang melintasi Desa Arjosari dan Tegalsari serta Sungai Kemit yang melintasi Desa Sidomukti, Bonjok dan Sekarteja. Aliran air dari kelima sungai tersebut bertemu di Sungai Banda di desa Tambakmulyo Kecamatan Puring.

Untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam banjir yang diakibatkan karena jebolnya tanggul sugai tersebut, Kapolsek Adimulyo AKP Khadik Widayat kemarin (Rabu 28/9/2016) melaksanakan pemantauan terhadap tanggul-tanggul sungai yang berpotensi jebol bila debit air meningkat akibat curah hujan yang tinggi. Salah satu sungai yang mendapat perhatian serius dari orang nomor satu dijajaran Polsek Adimulyo adalah sungai Kemit yang merupakan sungai terbesar yang melintasi Kecamatan Adimulyo.

pemasangan-tanda-antisipasi-banjir-di-adimulyoDikatakan oleh AKP Khadik, “Terdapat beberapa titik kerawanan yang berpotensi dapat mengakibatkan jebolnya tanggul sungai Kemit, yaitu adanya aktifitas penambangan pasir di Desa Sekarteja. Kita akan berkoordinasi dengan Camat dan unsur terkait guna melakukan upaya pembinaan terhadap para penambang pasir tersebut.” demikian diungkapkan Kapolsek Adimulyo disela sela pemantauan tanggul sungai Kemit.

Seperti pernah diberitakan sebelumnya, pada bulan Oktober 2010, Sungai Kemit yang melintasi Desa Sidomukti tanggulnya jebol karena tidak kuat menahan luapan air akibat tingginya curah hujan. Pada peristiwa tersebut merenggut korban jiwa sebanyak dua orang sepasang suami istri yang sudah renta usianya warga dukuh Sembir Desa Sidomukti, serta kerugian materiil yang tidak ternilai yang dialami oleh warga masyarakat yang bermukim disepanjang pinggir sungai Kemit. (Humas Adm/reskebumen)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Komentar

Komentar