Ada Alat Canggih Milik INAFIS dalam Pameran Kebumen Expo 2018

TRIBRATANEWS POLRES KEBUMEN — Ada alat menarik milik INAFIS Polres Kebumen yang ditampilkan pada stand Kebumen Expo di alun-alun Kebumen.

INAFIS Polres Kebumen menampilkan alat yang biasanya digunakan untuk mengungkap jati diri seseorang hanya dengan men-scan retina mata dan sidik jari.

Alat itu adalah Mobile Automated Multi- Biometric Identification System atau sering disingkat MAMBIS.

Alat mungil seukuran pemindai kartu kredit itu memiliki fungsi membaca identitas seseorang, baik melalui pembacaan sidik jari maupun pemindaian retina mata. Alat ini terintegrasi dengan data base administrasi kependudukan Departemen Dalam Negeri secara online.

Alat ini juga sering mengungkap jati diri mayat tanpa identitas yang ditangani oleh Polres Kebumen.

Kini alat itu dipamerkan bersama alat olah TKP milik INAFIS di Stand Polres Kebumen di Kebumen Expo 2018.

Bahkan pengunjung Stand Polres Kebumen diperbolehkan menjajal alat itu untuk mengecek identitasnya.

Salah satu warga Kebumen Edi Karyono yang mengunjungi Stand Polres Kebumen pun ikut menjajal alat MAMBIS.

Ia mencoba di-scan retina matanya. Selanjutnya identitas nya muncul pada monitor alat milik Polri itu.

“Wah canggih juga ya. Berati jika ada pelaku Kejahatan tidak bisa menyembunyikan identitas dirinya ya, kalau ada alat ini,” kata Edi Karyono, Rabu (29/08).

Prinsip kerjanya, siapapun yang sudah memiliki e-KTP atau sudah pernah melakukan rekam data sidik jari dan retina e-KTP akan terbaca oleh alat ini.

Paur Identifikasi Sat Reskrim Polres Kebumen Aiptu Mugiyono saat mengatakan tidak semua mayat tanpa identitas bisa terdeteksi oleh alat MAMBIS.

“Ada beberapa kondisi yang tidak bisa dilakukan penginderaan, seperti bila kondisi jari tangan sudah sangat rusak pada tubuh mayat, maka alat ini tidak bisa bekerja dengan maksimal. Namun kita masih ada beberapa metode untuk mengungkap jati diri mayat tanpa identitas. Masih ada banyak cara,” katanya.

Dahulu bila menjumpai kasus penemuan mayat tanpa identitas, lanjut Aiptu Mugiyono, yang biasa dilakukan adalah memotret wajah korban. Selanjutnya di cetak, kemudian dikirim ke Polsek atau Polres tetangga untuk disebarkan ke desa-desa atau ditempel di papan pengumuman di tempat-tempat strategis.

“Dengan alat ini kita sangat terbantu sekali. Sudah puluhan mayat tanpa identitas kita ungkap jati dirinya, kita ungkap kasusnya,” tandasnya.

(Humas/Polres Kebumen)

Komentar

Komentar

Related posts