17 Warga Kebumen Tewas Gantung Diri Dalam Setahun

17 Warga Kebumen Tewas Gantung Diri Dalam Setahun

BERBAGI

KEBUMEN – Kasus bunuh diri di Kabupaten Kebumen cukup mengkhawatirkan. Bagaimana tidak, dari data Polres Kebumen, dalam setahun kasus bunuh diri dengan cara gantung diri di kabupaten berslogan ”Beriman” itu mencapai 17 orang.
”Artinya dalam sebulan rata-rata terjadi satu sampai dua kasus orang meninggal akibat gantung diri,” ujar Wakapolres Kebumen Kompol Parasian Herman Gultom, S.I.K., M.Si dalam refleksi akhir tahun 2015. Selain itu, orang yang mati akibat minum racun sebanyak satu orang.
Kasus ini menambah daftar orang yang bunuh diri di Kebumen. Belitan persoalan ekonomi dan penyakit yang tak kunjung sembuh menjadi salah satu faktor tingginya kasus bunuh diri di Kebumen.

wakapolres kebumen
wakapolres kebumen

Kasus bunuh diri minum apotas dilakukan seorang remaja umur 19 tahun asal Desa Sukomulyo, Kecamatan Rowokele, Kebumen, medio Agustus lalu. Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong namun sampai rumah sakit korban dinyatakan meninggal dunia.

Merujuk data Polres Kebumen, musibah yang mengakibatkan korban jiwa juga banyak terjadi sepanjang tahun 2015. Paling banyak orang meninggal dunia akibat tenggelam, baik di sungai maupun laut. Tercatat sebanyak 17 orang meninggal dunia akibat tenggelam.

Sebanyak 11 orang meninggal dunia akibat tenggelam di laut. ”Tingginya korban meninggal dunia di laut menunjukkan pantai selatan tidak aman untuk mandi. Sehingga wisatawan tidak perlu mandi di laut saat berkunjung ke pantai,” imbuh Waka Polres Kebumen Parasian H Gultom di ruang humas kemarin.
Kemudian dua orang tewas tersambar petir, sembilan orang meninggal tersengat listrik, tiga orang meninggal tertimpa pohon, dua orang meninggal dalam sumur dan dua orang meninggal tertabrak kereta api.(Humas/reskbm)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Komentar

Komentar